Media Visualisasi Data

macam-macam media yang digunakan dalam visualisasi data

Tabel

Tabel merupakan salah satu media visualisasi data yang sederhana dan sering kita temukan. Data dalam tabel biasanya dikategorikan dalam baris atau kolom tertentu yang kemudian dapat diurutkan dengan mudah misal diurutkan secara menaik (Ascending) atau menurun (Descending). Hal tersebut memudahkan kita untuk menyusun data sesuai dengan perintah yang diinginkan.

Contoh tabel seperti berikut:

Nama BuahJumlah
Apel50
Jambu35
Melon40
Semangka10
Mangga25
Jeruk100
TOTAL260

Terdapat beberapa aturan dasar dalam penulisan tabel yaitu sebagai berikut

  • Penulisan judul
    Dalam menulis judul pastikan sudah mencakup isi dari tabel kita. Usahakan menggunakan font yang jelas dan mudah dibaca. Pembaca jadi paham tabel apa yang tersaji.
  • Simpel
    Simplicity is a must (kesederhanaan adalah suatu keharusan). Jangan terlalu berlebihan dalam mendesain sebuah tabel. Akibatnya pembaca tidak fokus pada data yang disajikan. Penulisan variabel di dalamnya juga singkat saja.
  • Penjelasan Simbol
    Apabila dalam tabel terdapat simbol atau istilah tertentu, Anda dapat menjelaskannya pada catatan kaki tabel tersebut.
  • Penekanan
    Penekanan yang dimaksud adalah cara kita memfokuskan perhatian pembaca pada pokok data. Misal, dalam penulisan tabel di atas, nama buah menggunakan warna background biru supaya pembaca bisa mudah membedakan nama buah dan jumlah buah. Jika suatu data ada dalam kategori yang sama dan dapat dijumlahkan, maka Anda dapat menyertakan total di akhir datanya seperti contoh tabel di atas.
  • Sumber Tabel
    Apabila tabel yang disajikan bukan milik Anda, maka sertakan sumber di catatan kaki tabel tersebut.

Diagram

Diagram merupakan sebuah representasi data yang digambarkan dalam bentuk grafik. 

beberapa tipe diagram yang bisa digunakan

Diagram Batang

Diagram batang merupakan salah satu jenis grafik yang hampir sering kita jumpai dalam visualisasi data. Diagram batang dapat menunjukkan perbandingan angka pada kategori tertentu. Jumlah elemen batang dari diagram ini sebaiknya tidak terlalu banyak supaya label dari data tersebut masih bisa terbaca atau tidak terpotong. Sumbu X pada diagram batang menunjukkan kategori data sedangkan sumbu Y menunjukkan skala nilai dari data dalam satuan ukuran tertentu. 

Berikut contoh dari diagram batang yang sudah Anda lihat di penjelasan sebelumnya.

20200412165457f1c4d6123a612ee2ae0f193c26b8e0ad.jpeg

Diagram Garis

Diagram garis biasanya menyajikan perubahan data dalam periode waktu tertentu. Secara umum, diagram garis digunakan untuk melihat perkembangan data tertentu yang berlangsung secara terus menerus atau berkelanjutan. Contoh dari data yang bisa digambarkan dalam diagram garis seperti, perkembangan jumlah penduduk selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2000 sampai 2019, dan lainnya. Dalam proses penggambaran diagram garis diperlukan sumbu mendatar atau X dan sumbu tegak atau Y. Masing-masing sumbu memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Sumbu X berfungsi untuk menunjukkan interval waktu sedangkan sumbu Y menunjukkan kuantitas atau nilai dari data tersebut seperti total penjualan, biaya yang dikeluarkan, jumlah pendapatan, dan lain sebagainya. 

Kemudian, buat tanda titik koordinat yang menunjukkan nilai data berdasarkan waktunya. Setelah semua data ditandai dengan titik koordinat, maka selanjutnya buatlah garis yang menghubungkan titik-titik tersebut. Dari penarikan garis tersebut kita bisa melihat pola perkembangan datanya cenderung naik, stabil, atau turun. 

Berikut adalah contohnya

2020041216563638019a19282aa0b61e4ab9a79d88c91f.jpeg

Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran mirip seperti sebuah makanan pizza yang diiris dengan porsi tertentu. Pada konteks data, irisan pizza tersebut menggambarkan persentase data nilai atau kuantitas. Ada irisan yang besar dan ada yang kecil semuanya bergantung pada data yang ditampilkan. Apabila irisan tersebut dijumlahkan nilainya, maka seharusnya akan menghasilkan 100 persen atau 360 derajat. 

Diagram lingkaran biasanya sering digunakan oleh perusahaan atau dunia pendidikan untuk merepresentasikan data. Diagram lingkaran tidak hanya menunjukkan jumlah relatif dari kuantitas suatu data satu sama lain, namun dapat menunjukkan keseluruhan data dan kuantitas sebuah kategori data itu sendiri relatif vis a vis atau berhubungan dengan keseluruhan data yang ada.

Berikut contohnya

202004121700325f986909b2ef7d5b175bb32227995a23.jpeg

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started